Cara Menghentikan Kecanduan Facebook
Bismillah
Anda merasa setiap bangun tidur, Anda harus memeriksa notifications di Facebook?
Anda merasa gelisah jika dalam waktu sehari Anda tidak melihat status update teman-teman Anda?
Apakah Anda merasa kehidupan nyata Anda (anak, istri/suami, keluarga, pekerjaan, sosialisasi, dll) tidak lebih berharga daripada kehidupan Anda di dunia maya?
Apakah Anda mengupdate status lebih dari 2 kali dalam sehari?
Apakah lebih dari separuh jumlah teman Anda di Friends List tidak Anda kenal?
Apakah Anda sering mengganti profile picture, relationship status, ataupun profile page lebih sering dari 12 kali dalam seminggu?
Apakah Anda sering masuk ke banyak grup Facebook (yang walaupun Anda tidak begitu minati, seperti “Cara punya 10ribu teman dalam 5 menit” (eh, padahal maksimal friends di Facebook cuma 5ribu aja loh..)) dan cenderung mengajak teman-teman Anda untuk turut bergabung?
Apakah Anda sering chat di Facebook, walaupun lawan chatting Anda sedang duduk 3 meter jauhnya dari Anda?
Anda lebih memilih untuk mengirimkan undangan pernikahan Anda via Facebook kepada para tetangga demi menghemat waktu dan uang (mungkin karena sudah dialokasikan banyak untuk beli mahar)?
Apakah Anda membaca artikel ini sembari login ke Facebook?
Apakah Anda menyangkal bahwa Anda kecanduan Facebook padahal lubuk hati yang paling dalam Anda mengatakan “saya kecanduan”?
Apakah Anda tetap menyangkal Anda kecanduan, walaupun hidup Anda hancur karena Facebook, seperti kehilangan persahabatan yang sesungguhnya, dipecat, perceraian, menjadi terlalu malas, dsb?
Bila Anda menjawab “ya” atas beberapa pertanyaan di atas, mungkin Anda sedang menderita salah satu penyakit baru yang diidap oleh dosen, mahasiswa, pelajar, pengangguran, ibu rumah tangga, pekerja kantoran, dan berbagai lapisan masyarakat lainnya: Fesbikus Addiktus atawa yang lazim disebut kecanduan facebook. Sejak dirilis tahun 2004 lalu, Facebook merupakan situs yang digemari orang. Popularitasnya bahkan melebihi Friendster (di Indonesia, dilihat dari jumlah pengunjung, data dari alexa.com).
Mungkin Facebook bermanfaat karena dapat dijadikan sarana untuk promosi bisnis, kampanye, misi sosial, mencari kawan lama, dan hal2 positif lainnya. Tapi, dengan maraknya gerakan untuk tidak online di Facebook di Amerika sana, akan membuat orang berpikir tentang perlu tidaknya ia memiliki akun Facebook. Nah, hal2 berikut adalah tips buat Anda yang merasa sisi negatif Facebook lebih banyak dari positifnya.
0. Jangan add friend yang tinggal serumah.
Buat apa? Toh Anda bisa stay connected via handphone. Ngabis2in bandwith Indonesia aja..
1. Jangan add yang tidak kenal
Apalagi cuma berdasar tampang. Tukang foto sekarang lebih keren dari salon Natasha dalam urusan bikin Anda lebih cantik atau ganteng. Tampang saya yang amburadul ini bakal jadi ganteng seperti Ralph Tampubolon atau Choky Sitohang kalau sudah dipermak dengan aplikasi pengolah gambar. (Celana jeeeaaannnsss kaleee dipermak..)
2. Hapus bookmark Facebook.
Semuanya. Yang di Firefox, Opera, Opera Mini, FB di BB, dll. Kalau perlu, deactivate juga akun Facebook Anda (cara ini tidak terlalu berpengaruh).
3. Alihkan kegiatan ke hal lain yang jauh lebih berguna.
Anda bisa baca buku, menulis, berkebun, atau jalan-jalan ke rumah tetangga. Siapa tahu justru pas pulang dikasih oleh2 mangga satu bakul.
4. Pergilah ke Romi Rafael
Dan bilang, “Om, saya kecanduan Facebook, bisa dihipnotis gak biar sembuh?”
5. Berhentilah menganggap Facebook penting.
Terakhir, demi kehidupan Anda, jangan pernah menuhankan Facebook. Om Mark, sang pendiri Facebook, bahkan tidak sering2 online, update status, atau punya teman berjuta-juta. Persahabatan sesungguhnya adalah ketika Anda bisa melihat teman Anda tersenyum, jujur, apa adanya, tanpa perlu melihat apakah seseorang ganteng/cantik, kaya, dsb. Persahabatan bukan angka.
Selamat berhenti dari kecanduan.. Tuhan Bersama kita.
Referensi :
- http://alexa.com
- http://www.eramuslim.com/berita/dunia/amerika-ramai-ramai-berhenti-kecanduan-facebook.htm
- http://ekoarief.ngeblogs.com/
- http://meetabied.wordpress.com/2009/11/22/cara-mengurangi-kecanduan-facebook-2/
- http://www.facebook.com/notes/yoera-sepheny/degradasi-facebook/110529701874
PS: karena saya bukan psikolog, atau punya latar belakang psikologi, segala komentar/kritik atas artikel ini dipersilakan.